CIAMIS — Pemerintah Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menggelar kegiatan Milangkala Desa Handapherang ke-196 di Bale Sawala Prabu Liman Sonjaya, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan milangkala tersebut menjadi momentum untuk mengenang jasa para pendahulu sekaligus mendoakan para pejuang yang telah berjasa dalam perjalanan sejarah Desa Handapherang. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi sarana napak tilas agar nilai perjuangan dan kearifan lokal tetap diwariskan kepada generasi penerus.
Kepala Desa Handapherang, Tantan Sontani, SH, mengatakan peringatan milangkala bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk mengenang sejarah dan memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Milangkala Desa Handapherang ke-196 ini menjadi momentum bagi kita semua untuk mendoakan para pendahulu dan pejuang desa yang telah meletakkan dasar kehidupan masyarakat Handapherang. Semangat perjuangan mereka harus terus kita jaga dan kita lanjutkan melalui pembangunan serta kebersamaan masyarakat, ” ujar Tantan Sontani.
Tokoh Agama Desa Handapherang, Ustad Hasbi Habibi, S.Pd., menuturkan bahwa mengenang para pendahulu juga merupakan bagian dari upaya menanamkan rasa syukur dan penghormatan terhadap sejarah.
“Kita harus senantiasa mendoakan para pendahulu dan pejuang yang telah berjasa bagi desa. Mudah-mudahan nilai-nilai kebaikan, perjuangan dan pengabdian mereka menjadi teladan bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, ” ungkapnya.
Sementara itu, Tokoh Adat Dadang menegaskan pentingnya menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.
“Napak tilas ini mengingatkan kita bahwa Handapherang memiliki sejarah panjang yang harus dihormati. Adat, budaya dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur harus terus dipelihara agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman, ” katanya.
Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Agus Gustawan, M.Pd. Menurutnya, sejarah desa merupakan identitas yang dapat menjadi pijakan dalam membangun masa depan.
“Generasi muda harus mengetahui sejarah desanya sendiri. Dengan memahami perjuangan para pendahulu, kita akan lebih menghargai apa yang sudah diwariskan sekaligus memiliki tanggung jawab untuk membangun Handapherang menjadi lebih baik, ” tuturnya.
Dari unsur TNI, Babinsa Desa Handapherang Sertu Supriyatna menyampaikan bahwa kegiatan milangkala juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan persatuan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.
“Kami dari Babinsa sangat mendukung kegiatan Milangkala Desa Handapherang ke-196. Selain menjadi ajang mengenang jasa para pendahulu, kegiatan ini juga memperkuat kebersamaan, gotong royong dan sinergi antara masyarakat dengan aparat kewilayahan, ” ujar Sertu Supriyatna.
Danramil 1303/Cijeungjing Kapten Inf Agus Kristiatmojo mengatakan, peringatan hari jadi desa hendaknya menjadi penyemangat bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan, persatuan dan kemajuan wilayah.
“Milangkala ini hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kepedulian masyarakat. Semangat perjuangan para pendahulu harus kita teruskan melalui pengabdian dan kerja nyata untuk kemajuan Desa Handapherang, ” katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0613/Ciamis Letkol Inf. Antonius Ari Widiono, S.Sos., M.Hum., menekankan pentingnya menjaga nilai sejarah dan kearifan lokal sebagai bagian dari karakter masyarakat.
“Sejarah merupakan identitas yang tidak boleh dilupakan. Dengan mengenang para pendahulu, kita belajar tentang nilai pengabdian, kebersamaan dan perjuangan. Nilai-nilai tersebut harus menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang semakin maju dan solid, ”
“Peringatan milangkala desa merupakan bentuk penghormatan kepada generasi terdahulu sekaligus menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk melanjutkan perjuangan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Semoga Desa Handapherang semakin maju, aman dan sejahtera, ”
“Semangat para pendahulu harus menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Menjaga persatuan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan bagian dari perjuangan masa kini. Semoga Milangkala Desa Handapherang ke-196 membawa semangat baru untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ” katanya.
Milangkala Desa Handapherang ke-196 diharapkan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat persatuan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang.
Dengan semangat ngamumule sajarah, ngajaga budaya, jeung ngawangun masa depan, masyarakat Desa Handapherang diharapkan mampu meneruskan perjuangan para pendahulu melalui karya, gotong royong dan pengabdian bagi kemajuan desa. menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi titik tolak untuk memperkuat persatuan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang untuk membangun demi kemajuan Desa Handapherang

Miskun